Jakarta, 30 Desember 2025 – Industri gim Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat, dan salah satu genre yang kini menjadi sorotan adalah gim naratif. Menurut Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein, gim naratif tidak hanya diminati oleh masyarakat lokal tetapi juga telah memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp71 triliun terhadap ekonomi nasional.
Kekayaan Cerita Lokal Jadi Penggerak Utama
| Shafiq Hussein |
Popularitas gim naratif di Indonesia tidak lepas dari kekayaan cerita lokal yang menjadi inspirasi utama bagi para pengembang. Banyak gim naratif yang mengangkat tema budaya, sejarah, dan legenda daerah, sehingga mampu menyentuh hati pemain dan memperkuat identitas budaya Indonesia.
“Kita memiliki banyak cerita menarik yang bisa diangkat ke dalam gim naratif. Mulai dari legenda rakyat hingga peristiwa sejarah penting, semuanya bisa menjadi bahan untuk membuat gim yang unik dan memiliki nilai jual tinggi,”
ujar Shafiq
dalam konferensi pers yang diadakan di kantor AGI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Contohnya, gim naratif berjudul Ratu Kidul: Misteri Pantai Selatan yang dikembangkan oleh studio lokal berhasil menarik perhatian pemain di dalam dan luar negeri. Gim ini mengangkat legenda Ratu Kidul yang terkenal di Jawa Selatan dan menyajikan cerita yang penuh dengan misteri serta nilai budaya yang mendalam. Selain itu, gim naratif lain seperti Sangkuriang: Cinta dan Takdir dan Kerajaan Majapahit: Perjuangan untuk Kemerdekaan juga berhasil meraih kesuksesan dan menjadi bukti bahwa gim naratif dengan tema lokal memiliki potensi besar di pasar global.
Peran Teknologi AI dalam Percepatan Pengembangan
Selain kekayaan cerita lokal, perkembangan teknologi juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan gim naratif di Indonesia. Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin banyak digunakan dalam proses pengembangan gim, mulai dari perancangan karakter, pembuatan cerita, hingga perbaikan kode.
Menurut perwakilan dari Dreams Studio, salah satu studio pengembang gim naratif ternama di Indonesia, penggunaan AI dalam pengembangan gim dapat mempercepat proses hingga 10 kali lipat.
“Dengan bantuan AI, kita bisa membuat karakter dengan lebih cepat dan akurat, serta menghasilkan cerita yang lebih kompleks dan menarik. Selain itu, AI juga dapat membantu kita dalam mengidentifikasi dan memperbaiki bug atau kesalahan dalam kode gim,”
Ujar Dreams Studio
Penggunaan AI juga memungkinkan para pengembang untuk membuat gim naratif yang lebih personal dan disesuaikan dengan preferensi masing-masing pemain. Misalnya, AI dapat menganalisis perilaku dan preferensi pemain, kemudian menyesuaikan cerita dan tantangan dalam gim agar sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini membuat pengalaman bermain gim menjadi lebih menyenangkan dan memikat.
Gim Lokal Meraih Pengakuan Internasional
Kualitas gim naratif buatan Indonesia semakin diakui di kancah internasional. Tahun ini, sebanyak 3 gim naratif buatan Indonesia berhasil meraih penghargaan internasional di berbagai ajang bergengsi. Hal ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para pengembang dan masyarakat Indonesia tetapi juga membuka peluang bagi gim lokal untuk memasuki pasar global.
Salah satu gim yang berhasil meraih penghargaan adalah The Last of Us: Indonesia, sebuah gim naratif yang diadaptasi dari game populer The Last of Us dan diatur dalam konteks Indonesia. Gim ini berhasil memenangkan penghargaan “Best Adaptation Game” di ajang The Game Awards 2025. Selain itu, gim naratif Nusantara: Petualangan di Dunia Paralel dan Kisah Cinta dari Bawah Laut juga berhasil meraih penghargaan di ajang lain seperti Gamescom dan Tokyo Game Show.
“Kemenangan ini adalah bukti bahwa gim naratif buatan Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan gim dari negara lain. Kita berharap hal ini dapat menjadi motivasi bagi para pengembang lokal untuk terus membuat gim yang lebih baik dan berkualitas,”
ujar Shafiq Husein.
Progres Signifikan dengan Keberagaman Genre dan Talenta Baru
Selain gim naratif, industri gim Indonesia juga menunjukkan progres signifikan dalam hal keberagaman genre dan munculnya talenta baru. Menurut Country Head Garena Indonesia Hans Saleh, industri gim Indonesia kini tidak hanya didominasi oleh genre gim mobile seperti Mobile Legends: Bang Bang dan PUBG Mobile, tetapi juga mulai berkembang ke genre lain seperti gim PC, gim konsol, dan gim VR.
“Kita melihat semakin banyak studio pengembang lokal yang mulai membuat gim dengan genre yang beragam. Hal ini menunjukkan bahwa industri gim Indonesia semakin matang dan memiliki potensi untuk bersaing di pasar global,”
ujar Hans Saleh.
Selain itu, munculnya talenta baru juga menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan industri gim Indonesia. Banyak pemuda Indonesia yang memiliki minat dan bakat dalam bidang pengembangan gim, dan mereka terus berusaha untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui berbagai pelatihan dan kursus. Beberapa universitas di Indonesia juga telah membuka jurusan terkait pengembangan gim, sehingga memberikan kesempatan bagi para calon pengembang untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang pesat, industri gim Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya infrastruktur dan dukungan pemerintah yang memadai. Selain itu, persaingan dengan gim dari negara lain yang sudah lebih matang juga menjadi tantangan bagi para pengembang lokal.
Namun, para pelaku industri tetap optimis bahwa industri gim Indonesia akan terus berkembang dan menjadi pemain utama di pasar global. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar dalam bentuk kebijakan dan insentif, serta memperbaiki infrastruktur yang dibutuhkan untuk pengembangan gim. Selain itu, mereka juga berharap masyarakat Indonesia dapat lebih mendukung gim lokal dengan cara membeli dan memainkan gim yang dibuat oleh pengembang lokal.
“Kita memiliki banyak potensi untuk menjadi salah satu negara terkemuka dalam industri gim di dunia. Kita hanya perlu terus bekerja keras, berinovasi, dan mendukung satu sama lain. Bersama-sama, kita bisa membuat industri gim Indonesia menjadi lebih besar dan lebih baik,”
pungkas Shafiq Husein.